Skip to main content

KSM Group Distributor, Importir, Produsen Perlengkapan Bayi dan Mainan Anak

Strategi Display Toko Mainan agar Produk Lebih Mudah Terjual

Promo Diskon dan cashback khusus untuk Reseller KSM Group, diskon 35% + Cashback 10%, hubungi tim reseller kami di 08119109299 atau klik tombol Whatsapp yang ada di pojok kanan bawah halaman ini untuk penawaran terbaik kami, kapan lagi bisnis mainan anak best seller dengan modal minim dan potensi cuan melimpah.

Daftar Isi

Memiliki produk mainan yang bagus belum tentu membuat produk tersebut mudah terjual.

Ada toko yang memiliki banyak pilihan produk, tetapi pelanggan kesulitan menemukan barang yang mereka cari. Ada pula toko dengan stok yang sebenarnya menarik, tetapi produk tersebut tidak mendapatkan perhatian karena penempatannya kurang tepat.

Di sinilah strategi display toko mainan menjadi penting.

Display bukan sekadar aktivitas menata barang agar toko terlihat rapi. Dalam bisnis retail, display merupakan bagian dari cara toko berkomunikasi dengan pelanggan.

Produk yang ditempatkan di posisi yang tepat dapat lebih cepat dilihat.

Produk yang dikelompokkan dengan baik dapat lebih mudah dipahami.

Bahkan produk yang awalnya tidak direncanakan untuk dibeli dapat menarik perhatian pelanggan ketika ditampilkan dengan cara yang tepat.

Bagi pemilik toko mainan, kemampuan mengatur display dapat menjadi salah satu cara meningkatkan potensi penjualan tanpa harus terus-menerus menambah jumlah pelanggan.

 

strategi display toko mainan

 

Mengapa Display Toko Mainan Sangat Penting?

Ketika pelanggan masuk ke toko, mereka tidak langsung membaca seluruh katalog.

Mereka melihat.

Kemudian memperhatikan produk yang menarik.

Setelah itu, mereka menentukan apakah produk tersebut layak dilihat lebih dekat.

Artinya, sebelum terjadi transaksi, ada proses visual terlebih dahulu.

Display yang baik membantu pelanggan melewati proses tersebut.

Secara sederhana:

Terlihat → Menarik perhatian → Dipertimbangkan → Dipilih → Dibeli

Karena itu, produk yang bagus tetapi diletakkan di tempat yang tidak terlihat bisa kehilangan peluang penjualan.

 

1. Jangan Menampilkan Semua Produk dengan Cara yang Sama

Salah satu kesalahan dalam toko retail adalah memperlakukan seluruh produk secara sama.

Semua barang disusun dalam rak dengan tinggi yang sama.

Semua produk memiliki ruang yang sama.

Tidak ada produk yang terlihat lebih menonjol.

Akibatnya, toko memang terlihat penuh, tetapi pelanggan kesulitan menentukan fokus.

Gunakan prinsip:

Tidak semua produk harus mendapatkan perhatian yang sama.

Produk yang sedang diprioritaskan dapat diberikan:

  • posisi lebih terlihat;
  • ruang lebih luas;
  • pencahayaan lebih baik;
  • grouping khusus;
  • atau materi informasi tambahan.

Dengan begitu, toko memiliki “hierarki visual”.

 

2. Letakkan Produk Menarik di Area yang Mudah Dilihat

Area yang paling mudah dilihat pelanggan sebaiknya tidak diisi secara acak.

Gunakan area tersebut untuk produk yang memiliki alasan kuat untuk diperhatikan.

Misalnya:

  • produk baru;
  • produk yang sedang populer;
  • collectible;
  • karakter populer;
  • produk dengan packaging menarik;
  • atau produk yang sedang dipromosikan.

Tujuannya bukan membuat semua produk terlihat mahal.

Tujuannya adalah membuat pelanggan memiliki alasan untuk berhenti dan melihat.

 

3. Gunakan Produk Unggulan sebagai “Magnet”

Sebuah toko dapat memiliki beberapa produk yang berfungsi sebagai magnet perhatian.

Produk magnet tidak harus menjadi produk dengan margin terbesar.

Yang penting adalah kemampuannya menarik perhatian.

Contohnya:

Produk populer → menarik pelanggan melihat rak → pelanggan menemukan produk lain → terjadi pembelian tambahan.

Strategi ini sangat berguna ketika toko memiliki banyak kategori.

Satu produk dapat menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan produk lainnya.

 

4. Kelompokkan Produk Berdasarkan Logika yang Mudah Dipahami

Pelanggan tidak ingin menghabiskan waktu terlalu lama mencari produk.

Karena itu, pengelompokan sangat penting.

Produk dapat dikelompokkan berdasarkan:

Usia
  • Bayi
  • Balita
  • Anak usia sekolah

 

Baca Juga : Cara Menyusun Komposisi Produk Toko Mainan yang Tepat

Kategori
  • Edukatif
  • Kendaraan
  • Boneka
  • Action figure
  • Collectible
  • Puzzle

 

Karakter atau tema

Misalnya produk dengan karakter atau franchise yang sama diletakkan berdekatan.

Harga

Untuk beberapa toko, grouping berdasarkan harga juga dapat membantu.

Contohnya:

Mainan di bawah Rp50.000

Mainan Rp50.000–Rp100.000

Collectible premium

Yang penting adalah sistem grouping tersebut mudah dipahami pelanggan.

 

5. Jangan Membuat Rak Terlalu Penuh

Rak yang terlalu penuh memang membuat toko terlihat memiliki banyak barang.

Namun terlalu banyak produk dalam satu titik dapat menciptakan visual yang berantakan.

Pelanggan justru kesulitan memperhatikan masing-masing produk.

Gunakan ruang kosong secara strategis.

Tidak semua area harus dipenuhi barang.

Sedikit ruang di antara kelompok produk dapat membantu satu kategori terlihat lebih jelas.

Prinsipnya:

Display bukan tentang sebanyak mungkin produk terlihat, tetapi sebanyak mungkin produk dapat dipahami.

 

6. Gunakan Ketinggian Rak untuk Membuat Hierarki

Produk yang berada sejajar dengan pandangan mata biasanya lebih mudah diperhatikan.

Karena itu, tidak semua produk perlu diletakkan di bagian bawah.

Anda dapat membagi area menjadi:

Eye level
Produk prioritas atau produk yang ingin ditonjolkan.

Middle level
Produk utama yang memiliki permintaan stabil.

Lower level
Produk dengan ukuran lebih besar, stok tambahan, atau produk yang tidak membutuhkan perhatian visual tinggi.

Dengan pengaturan seperti ini, rak memiliki struktur.

 

7. Produk Collectible Membutuhkan Display yang Berbeda

Produk collectible memiliki karakter khusus.

Pelanggan sering kali tidak hanya membeli fungsi produk, tetapi juga tertarik pada:

  • karakter;
  • desain;
  • packaging;
  • series;
  • kelengkapan koleksi;
  • dan nilai display.

Karena itu, produk seperti blind box dan action figure dapat memperoleh manfaat dari display yang lebih visual.

Misalnya:

Satu produk sebagai hero display

kemudian

produk lainnya sebagai supporting display.

Untuk kategori collectible, jangan membuat semua produk terlihat seperti stok gudang.

Buat pelanggan merasa sedang melihat sebuah koleksi.

 

8. Manfaatkan Produk dengan Packaging Menarik

Packaging merupakan bagian dari display.

Produk dengan kemasan yang menarik dapat digunakan untuk menciptakan focal point.

Susun beberapa produk dengan kemasan yang memiliki warna atau karakter visual serupa.

Hasilnya dapat membuat satu bagian rak terlihat lebih konsisten.

Namun jangan hanya mempertimbangkan warna.

Pastikan grouping juga tetap masuk akal berdasarkan kategori dan target pelanggan.

 

9. Buat Area Produk Baru

Produk baru sebaiknya tidak langsung “tenggelam” di antara produk lama.

Buat area khusus:

NEW ARRIVAL

atau

PRODUK TERBARU

Area ini memberikan alasan bagi pelanggan untuk melihat sesuatu yang berbeda setiap kali datang.

Bagi pelanggan lama, produk baru juga dapat menciptakan rasa penasaran.

Untuk toko yang menjual collectible, area produk baru dapat menjadi salah satu titik paling menarik.

 

10. Buat Area Produk yang Sedang Tren

Produk tren memiliki momentum.

Karena itu, display-nya juga sebaiknya dapat berubah.

Misalnya ada karakter atau kategori tertentu yang sedang banyak dicari.

Daripada menyebarkan produk tersebut ke seluruh toko, buat satu area yang lebih terkonsentrasi.

Dengan begitu pelanggan dapat langsung menangkap:

“Oh, produk ini sedang tersedia di sini.”

Namun tetap hindari mengikuti semua tren.

Pilih tren yang sesuai dengan pelanggan toko dan kemampuan modal.

 

Bagaimana Menyiasati Bisnis Mainan Tetap Survive di Tengah Kondisi Ekonomi Indonesia Saat Ini

 

11. Letakkan Produk Impulse Buying di Area Strategis

Produk berharga relatif terjangkau dapat ditempatkan pada area yang memungkinkan pelanggan mengambil keputusan spontan.

Contohnya:

  • dekat kasir;
  • area antrean;
  • meja pembayaran;
  • atau titik transisi antar-rak.

Produk seperti ini tidak selalu membutuhkan penjelasan panjang.

Kemasan menarik dan harga yang mudah dipahami dapat membantu.

Konsepnya sederhana:

Pelanggan datang untuk produk A → melihat produk kecil B → memutuskan menambahkan B.

Inilah salah satu cara display membantu meningkatkan nilai transaksi.

 

12. Gunakan Cross-Selling dalam Display

Display juga dapat digunakan untuk mendorong pembelian produk yang saling berkaitan.

Misalnya:

Produk utama

↓

Produk pendamping

Contohnya:

Action figure → collectible pendukung

Mainan kendaraan → produk bertema kendaraan

Mainan edukatif → produk edukatif lainnya

Blind box → series atau karakter lain yang relevan

Dengan demikian, pelanggan tidak perlu mencari produk pendamping di tempat berbeda.

Produk yang relevan sudah tersedia di dekat produk utama.

 

strategi display toko mainan

 

13. Buat Display Berdasarkan Cerita, Bukan Hanya Kategori

Ini merupakan strategi yang lebih menarik untuk toko yang memiliki ruang cukup.

Daripada hanya:

“Rak action figure”

buat konsep:

Dunia Koleksi Action Figure

Atau:

Zona Main dan Belajar

Atau:

Koleksi Karakter Favorit

Display berbasis tema membuat toko terasa lebih hidup.

Pelanggan tidak hanya melihat produk.

Mereka melihat sebuah pengalaman.

 

14. Gunakan Signage yang Sederhana

Tidak semua toko membutuhkan dekorasi mahal.

Informasi sederhana dapat sangat membantu.

Contohnya:

NEW ARRIVAL

BEST SELLER

UNDER Rp50K

COLLECTOR’S PICK

MAINAN EDUKATIF

SERIES TERBARU

Signage membantu pelanggan memahami area toko tanpa harus selalu bertanya kepada staf.

 

15. Jangan Membuat Pelanggan Harus Bertanya untuk Hal Sederhana

Display yang baik seharusnya memberikan informasi dasar.

Misalnya:

  • nama produk;
  • harga;
  • kategori;
  • usia;
  • atau karakter.

Jika semua informasi hanya tersedia melalui staf, pelanggan bisa merasa proses belanjanya lebih rumit.

Terutama pada toko yang memiliki banyak pengunjung.

Informasi visual yang jelas dapat membuat proses memilih lebih cepat.

 

16. Harga Harus Mudah Ditemukan

Pelanggan sering kali ragu menyentuh atau mengambil produk ketika tidak mengetahui harganya.

Karena itu, harga sebaiknya mudah ditemukan.

Tidak harus menggunakan label besar.

Yang penting:

  • konsisten;
  • mudah dibaca;
  • tidak membingungkan;
  • dan sesuai dengan produk.

Display yang menarik tetapi harga tidak jelas dapat mengurangi kenyamanan pelanggan.

 

17. Jangan Sembunyikan Produk yang Ingin Dijual

Ini terdengar sederhana, tetapi sering terjadi.

Pemilik toko memiliki produk yang ingin didorong, tetapi produk tersebut justru berada:

  • di bagian belakang;
  • di rak paling bawah;
  • tertutup produk lain;
  • atau bercampur dengan kategori berbeda.

Jika ingin menjual produk tertentu, berikan alasan visual bagi pelanggan untuk melihatnya.

Gunakan posisi yang lebih baik.

Namun tetap pastikan produk tersebut memang relevan dengan pelanggan.

 

18. Ubah Display Secara Berkala

Toko yang tidak pernah mengubah display dapat terlihat monoton.

Pelanggan lama mungkin merasa:

“Isinya itu-itu saja.”

Padahal toko sebenarnya memiliki produk baru.

Karena itu, lakukan rotasi display.

Tidak harus setiap hari.

Bisa dilakukan berdasarkan:

  • produk baru;
  • musim;
  • liburan sekolah;
  • momen hadiah;
  • tren;
  • atau kampanye tertentu.

Perubahan kecil dapat membuat toko terasa lebih segar.

 

19. Manfaatkan Data Penjualan untuk Menentukan Display

Jangan hanya menggunakan intuisi.

Lihat data.

Misalnya:

Produk A sering terjual ketika ditempatkan di depan.

Produk B tetap lambat meskipun sudah dipindahkan.

Produk C sering dibeli ketika diletakkan dekat produk D.

Informasi seperti ini sangat berharga.

Artinya, toko dapat mulai memahami hubungan antara:

posisi produk → perhatian → pembelian.

Semakin lama data dikumpulkan, semakin baik toko memahami pola display yang cocok.

 

20. Display Online Juga Penting

Strategi display tidak hanya berlaku untuk toko fisik.

Marketplace dan website juga memiliki “rak digital”.

Dalam toko online, display dapat berbentuk:

  • foto produk;
  • urutan katalog;
  • kategori;
  • banner;
  • produk rekomendasi;
  • produk terlaris;
  • bundling;
  • dan produk terkait.

Jadi prinsipnya sama.

Produk bagus harus mudah ditemukan.

Jika produk berada di halaman yang sulit ditemukan, peluang penjualan juga dapat berkurang.

 

21. Supplier yang Baik Dapat Membantu Toko Mengembangkan Display

Display yang menarik membutuhkan produk yang tepat.

Jika toko hanya memiliki sedikit variasi, pilihan display juga terbatas.

Sebaliknya, katalog yang lebih luas memberikan ruang untuk membuat:

  • zona kategori;
  • zona karakter;
  • zona harga;
  • zona collectible;
  • zona produk baru;
  • dan zona promosi.

Karena itu, strategi display memiliki hubungan langsung dengan strategi pengadaan.

Toko perlu memiliki akses terhadap produk yang sesuai dengan konsep display yang ingin dibangun.

Untuk kebutuhan pengadaan, pemilik toko dapat mempertimbangkan bekerja sama dengan Distributor Mainan Anak yang menyediakan berbagai pilihan produk untuk kebutuhan bisnis.

 

 

 

22. Grosir Bukan Hanya Soal Harga Beli

Ketika toko mulai memiliki konsep display yang jelas, pembelian grosir juga dapat menjadi lebih terarah.

Pemilik toko tidak lagi berpikir:

“Apa saja yang sedang tersedia?”

Tetapi:

“Produk apa yang saya butuhkan untuk mengisi zona display saya?”

Misalnya toko memiliki:

Zona collectible

Maka kebutuhan stok diarahkan ke produk collectible.

Jika ada:

Zona edukatif

Maka pengadaan disesuaikan dengan kebutuhan kategori tersebut.

Dengan pendekatan ini, pembelian dari Grosir Mainan Anak dapat direncanakan berdasarkan kebutuhan display dan target penjualan.

 

Reseller Blokees

 

23. Display yang Baik Tidak Harus Mahal

Pemilik toko baru sering mengira display yang bagus membutuhkan renovasi besar.

Tidak selalu.

Beberapa perubahan sederhana sudah dapat memberikan perbedaan:

  • mengelompokkan produk;
  • memberikan label kategori;
  • memindahkan produk unggulan;
  • mengurangi rak yang terlalu penuh;
  • membuat area produk baru;
  • memperjelas harga;
  • dan merotasi produk.

Yang paling penting bukan seberapa mahal dekorasinya.

Tetapi apakah display membantu pelanggan menemukan dan memahami produk.

 

24. Gunakan Prinsip “3 Detik Pertama”

Bayangkan pelanggan baru masuk ke toko.

Dalam beberapa detik pertama, apa yang mereka lihat?

Apakah:

  • produk menarik?
  • kategori jelas?
  • toko terlihat rapi?
  • ada produk baru?
  • ada sesuatu yang membuat penasaran?

Jika jawabannya tidak, mungkin bagian depan toko perlu diperbaiki.

Area pertama yang dilihat pelanggan sebaiknya memberikan gambaran mengenai identitas toko.

Jangan membiarkan area tersebut menjadi sekadar tempat menumpuk kardus atau stok berlebih.

 

25. Ukur Apakah Display Benar-Benar Berhasil

Display yang terlihat bagus belum tentu menghasilkan penjualan.

Karena itu, evaluasi dengan angka.

Bandingkan:

Sebelum display diubah

vs.

Setelah display diubah

Perhatikan:

  • jumlah produk terjual;
  • produk yang paling banyak dilihat;
  • nilai transaksi;
  • produk yang dibeli bersama;
  • dan lama stok berada di toko.

Jika hasilnya lebih baik, pertahankan.

Jika tidak, ubah lagi.

Display adalah proses eksperimen, bukan keputusan sekali jadi.

 

Strategi Display Toko Mainan Harus Mengikuti Strategi Bisnis

Pada akhirnya, display bukan pekerjaan dekorasi semata.

Display harus mendukung tujuan bisnis.

Jika toko ingin meningkatkan penjualan produk baru, tampilkan produk baru secara menonjol.

Jika ingin meningkatkan penjualan collectible, buat zona collectible yang kuat.

Jika ingin meningkatkan nilai transaksi, gunakan cross-selling dan bundling.

Jika ingin menghabiskan stok tertentu, buat area promosi yang relevan.

Artinya:

Display harus menjawab pertanyaan: produk apa yang ingin kita jual, kepada siapa, dan mengapa pelanggan harus memperhatikannya?

 

Distributor mainan anak dan Grosir mainan anak

 

Kesimpulan

Strategi display toko mainan dapat menjadi salah satu cara untuk mengubah produk yang hanya tersimpan di rak menjadi produk yang lebih mudah ditemukan dan dipertimbangkan pelanggan.

Mulai dari menentukan produk magnet, mengelompokkan kategori, mengatur ketinggian rak, menampilkan produk baru, membuat zona collectible, menggunakan signage, hingga menerapkan cross-selling.

Yang paling penting, jangan menganggap display sebagai sesuatu yang permanen.

Pasar berubah.

Produk berubah.

Pelanggan berubah.

Maka display juga harus ikut berubah.

Toko mainan yang mampu menggabungkan produk yang tepat + stok yang tepat + display yang tepat + pelanggan yang tepat memiliki fondasi yang jauh lebih kuat untuk meningkatkan penjualan.

Dan semuanya kembali pada satu prinsip:

Jangan hanya membuat toko penuh produk. Buat pelanggan mudah menemukan alasan untuk membeli.

 

FAQ
Apa yang dimaksud strategi display toko mainan?

Strategi display toko mainan adalah cara mengatur dan menampilkan produk agar lebih mudah dilihat, dipahami, dibandingkan, dan akhirnya dibeli oleh pelanggan.

Produk apa yang sebaiknya ditempatkan di bagian depan toko?

Produk baru, produk populer, collectible, produk dengan packaging menarik, atau produk yang sedang menjadi fokus promosi dapat digunakan sebagai focal point.

Apakah semua produk harus ditampilkan sekaligus?

Tidak. Terlalu banyak produk dalam satu area dapat membuat display terlihat penuh dan sulit dipahami. Lebih baik gunakan pengelompokan dan hierarki visual.

Bagaimana cara membuat display toko mainan terlihat menarik dengan modal terbatas?

Mulai dari pengelompokan produk, rotasi display, label kategori, penempatan produk unggulan, pencantuman harga yang jelas, dan mengurangi rak yang terlalu penuh.

Apakah strategi display juga berlaku untuk toko online?

Ya. Katalog produk, foto, kategori, banner, urutan produk, produk rekomendasi, dan bundling merupakan bentuk display digital.

Apakah produk collectible membutuhkan display khusus?

Sebaiknya iya. Produk collectible memiliki daya tarik visual dan nilai koleksi sehingga dapat ditampilkan sebagai sebuah koleksi, bukan sekadar stok barang.

Bagaimana mengetahui display toko berhasil?

Bandingkan data sebelum dan sesudah perubahan display, seperti jumlah produk terjual, nilai transaksi, produk yang sering dibeli bersama, serta kecepatan perputaran stok.

Promo Diskon dan cashback khusus untuk Reseller KSM Group, diskon 35% + Cashback 10%, diskon berlaku tanpa minimum transaksi hubungi tim reseller kami di 08119109299.

Share:

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Berlangganan Berita Seputar Bisnis Mainan Anak dan Perlengkapan Bayi Gratis

Latest News

Copyright © KSM Group

Our Partner in DKI Jakarta Jawa Barat Banten Sumatera Kalimantan Jawa Sulawesi Bali Kep. Maluku Kep. Nusa Tenggara Papua
Distributor Perlengkapan Bayi Murah
distributor perlengkapan bayi
Distributor Perlengkapan Bayi
Distributor Perlengkapan Bayi
Distributor Perlengkapan Bayi
Distributor Perlengkapan Bayi
Distributor Perlengkapan Bayi

Silahkan lengkapi formulir dibawah ini untuk mendapatkan katalog update KSM Group
(Please complete the form below to receive the latest catalog from KSM Group)